Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PWNU Jatim Belum Putuskan Sound Horeg Haram, Ini Alasannya
Advertisement . Scroll to see content

Tolak Silaturrahim Khofifah, Netralitas PWNU Jatim Dipertanyakan

Minggu, 11 Februari 2018 - 19:53:00 WIB
Tolak Silaturrahim Khofifah, Netralitas PWNU Jatim Dipertanyakan
Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah (dua kiri) dalam sebuah kesempatan di Jatim. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)
Advertisement . Scroll to see content

Gus Hans juga enggan berspekulasi atas keputusan yang terkesan tidak konsisten tersebut. Gus Hans berharap agar PWNU Jatim bersikap adil kepada seluruh calon yang ada. “Saya berharap semua calon tidak diterima dua-duanya. Biarlah orang yang menilai, karena Ibu Khofifah itu inginnya, mau turun ke bawah setelah sowan dulu ke orang tuanya (PWNU),” tandasnya.

Kendati demikian, sikap PWNU Jatim ini memantik kritik dari berbagai pihak. Mustasyar PCNU Kota Surabaya, KH Asep Saifuddin Chalim misalnya menilai penolakan terhadap permohonan silaturahim Khofifah itu sebagai cerminan sikap keberpihakan terhadap salah satu pasangan calon.

“Saya tidak kaget dengan penolakan ketua PWNU terhadap niat Bu Khofifah bersilaturahim. Itu menunjukkan keberpihakan yang bersangkutan pada calon tertentu. Biar publik yang menilai terhadap penolakan itu,” tutur pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet itu.

Selain itu, lanjut Kiai Asep, sikap Kiai Mutawakkil menunjukkan tipe pemimpin yang tidak konsisten dan kontraproduktif, serta membuat warga NU maupun masyarakat Jawa Timur semakin antipati. “Sikap itu kontraproduktif,” tandas Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.

Kenyataannya, tambah Kiai Asep, kini kiai-kiai yang mendukung Khofifah-Emil semakin bertambah. Mereka yang tadinya netral sesuai arahan PBNU, justru berubah mendukung Khofifah. Hal itu karena merespons sikap ketua PWNU yang mendukung secara terbuka dan mendorong Nahdliyin memilih Saifullah Yusuf-Puti Guntur. Apalagi kini ditambah sikap Kiai Mutawakkil yang tak konsisten dan diskriminatif. “Sikap berat sebelah itu malah membuat kiai pendukung Khofifah bertambah banyak, baik di struktural maupun non-struktur NU,” katanya.

“Saya punya datanya, yang jelas tidak semua kiai pendukung Khofifah bersikap vulgar memperlihatkan dukungannya. Tapi dukungan mereka sangat konkret dan nyata,” imbuh salah seorang kiai pendukung Khofifah-Emil tersebut.

Perlu diketahui, pada 5 Februari lalu, Khofifah berkirim surat ke PWNU Jatim. Surat berisi permohonan silaturrahim dan memohon doa restu untuk maju di Pilgub Jatim.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut