TKD Jokowi-Ma'ruf Amin Dukung Syaichona Cholil Jadi Pahlawan Nasional
Syaichona Cholil juga meminta KH Asad Syamsul Arifin untuk mengirim isyarah berupa tongkat ke KH Hasyim Asyari, yang kemudian dikenal sebagai awal mula cerita berdirinya Nahdlatul Ulama (NU).
“Dari Syaichona Cholil lahir banyak ulama besar dan tokoh-tokoh yang menjaga bangsa ini dari kehancuran dan perpecahan. Bisa dibayangkan jika tidak ada murid-murid beliau hingga saat ini yang dikenal sebagai ulama penjaga keindonesiaan,” kata Machfud yang datang bersama puluhan jajaran TKD Jatim.
Karena itu, menurut Machfud, perlu inisiasi untuk mengusulkan Syaichona Cholil sebagai pahlawan nasional. “Merisetnya, merancang kajian akademiknya. Kami sepenuhnya berharap itu dan siap mendukung,” kata mantan Kapolda Jatim itu.
Sementara itu, di Ponpes Al-Hikam, kehadiran TKD Jokowi-KH Ma'ruf Amin disambut pengasuh Ponpes Al-Hikam KH Nuruddin A Rahman. Di sana juga digelar pertemuan terbatas dengan 30 ulama Bangkalan dan sekitarnya di antaranya KH Muhaimin Maki, KH Sirajul Umam, KH Fathurrozi Jamil, KH Jazuli Nur, dan KH Mahrus Cholili.
KH Nuruddin A Rahman mengatakan, dari hari ke hari dukungan untuk Jokowi-KH Ma’ruf Amin di Pulau Madura semakin besar. KH Ma’ruf Amin merupakan ulama sepuh dan mantan pimpinan tertinggi NU. “Kami ini punya kewajiban moral. Kalau kata orang Madura, ta’ teghah (tak tega) melihat beliau berjuang sendirian,” kata KH Nuruddin.
Apalagi, sejumlah kebijakan Jokowi sebagai presiden berjalan di Madura. Yang terbaru menggratiskan Jembatan Suramadu. “Yang Insya Allah bisa bermanfaat bagi warga Madura,” kata wakil Rais Syuriah PW NU Jatim tersebut.
Editor: Maria Christina