Terungkap! Pelajar SMK di Malang Tewas Dikeroyok 10 Pesilat Hanya gegara Pakai Baju PSHT
Di sisi lain, Kasatreskrim Polres Malang AKP Muchammad Nur mengungkapkan, bila korban ini awalnya mengunggah foto dengan seragam PSHT di nomor WhatsApp-nya. Unggahan status itu kemudian diketahui salah satu pelaku yang berteman dengan korban hingga menanyakan perihal foto unggahan status WA tersebut.
"Korban ini mengupload status WA kurang lebih bulan Agustus. Setelah itu salah satu pelaku menanyakan kepada korban maksudnya apa seperti itu di-update status," kata Nur.
Akhirnya korban diajak salah satu tersangka berinisial MAS yang merupakan temannya. Dia diajak bertemu di rumahnya lalu ditanyakan maksud dan tujuan mengunggah status WA berpakaian PSHT.
"Karena korban bukan dari anggota perguruan silat, setelah itu korban disuruh membuat video klarifikasi, tetapi setelah itu dibawa pelaku, dipukuli beberapa pelaku di TKP pertama tanggal 4 September 2024," kata Nur.
Di TKP pertama itu ada dua pelaku dewasa dan tiga lainnya masih kategori anak yang menganiaya korban. Tapi di TKP pertama ini korban tidak mengalami luka serius karena hanya dipukul dengan sandal dan menggunakan tangan kosong.
Kemudian korban ASA kembali menerima kekerasan fisik dan dikeroyok sejumlah anggota PSHT di Dusun Petren, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jumat (6/9/2024) malam. Akibatnya korban ASA sempat tak sadarkan diri lalu dibawa ke RS Prasetya Husada, Karangploso sebelum dirujuk ke RST Soepraoen, Kota Malang untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.
Setelah dirawat beberapa hari, korban mengembuskan napas terakhir di RST Soepraoen, Malang pada Kamis pagi (12/9/2024).
Editor: Donald Karouw