Teror Penembakan Tak Pengaruhi Layanan Publik di Pemkot Surabaya
"Biarlah proses tersebut berjalan di kepolisian. Hal itu (penembakan) biasa saja dan tidak masuk dalam pemikiran saya," ucapnya.
Ery mengaku, saat ini pikirannya tertuju untuk menyelesaikan tugas yang menumpuk di depan mata. Mulai dari tempat relokasi bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ditertibkan, evaluasi pembangunan jalan baru, hingga kepuasan masyarakat tentang pelayanan perizinan.
"Itu (tugas) yang ada di otak saya saat ini. Bukan masalah itu (penembakan mobil)," katanya.
Dia berharap, insiden yang dialaminya dapat menjadi pembelajaran bagi para pejabat pemkot. Sesungguhnya, kata dia, tugas dan kewajiban sebagai abdi negara amat berisiko. Namun, terpenting adalah menjaga dan menjalankan amanah yang telah diberikan untuk mengabdi kepada kepentingan masyarakat.
"Meskipun mungkin ada yang suka dan ada yang tidak suka, itulah risiko pekerjaan," ungkapnya.
Editor: Achmad Syukron Fadillah