Kapolres menjelaskan, akses tol Surabaya-Madiun baru akan dibuka jika genangan air benar-benar telah surut. "Kami belum tahu sampai kapan. Tadi malam sempat surut, tapi pagi tadi naik lagi," ucapnya.
Khusus untuk pengguna tol dari arah Madiun-Surabaya, Ruruh mengimbau pengemudi untuk tetap berhati-hati. Hal itu disebabkan licin akses jalan dengan adanya rembesan air.
"Tadi pagi ada kecelakaan kendaraan dari arah Madiun, satu meninggal dunia dan ada yang luka berat," ujarnya.
Selain kecelakaan di ruas jalan tol tersebut, secara keseluruhan hingga saat ini tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir di Kabupaten Madiun. Hanya saja terdapat kerugian yang dialami warga karena banyak hewan ternak hanyut terbawa arus banjir dan sawah terancam gagal panen.
"Hanya kemarin ada warga meninggal sebelum kejadian, pemakamannya tertunda karena banjir," tuturnya.
Diketahui, banjir bandang menerjang Kabupaten Madiun sejak Rabu (6/3/2019) dini hari. Sedikitnya 39 desa dari delapan kecamatan terendam air dengan ketinggian berbeda-beda. Tidak ada korban jiwa, namun banjir ini merusak permukiman dan fasilitas umum di kawasan sekitar.
Editor: Donald Karouw