Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rekrut Pekerja Ilegal, Bos Perusahaan TKI di Malang Hanya Divonis 2 Tahun Penjara
Advertisement . Scroll to see content

Terduga Teroris asal Tulungagung Pernah Jadi TKI di Korea dan Singapura, Ini Kisahnya  

Rabu, 31 Maret 2021 - 08:54:00 WIB
Terduga Teroris asal Tulungagung Pernah Jadi TKI di Korea dan Singapura, Ini Kisahnya  
Personel Densus 88 Antiteror Polri. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

TULUNGAGUNG, iNews.id - Terduga teroris NM (44) warga Desa Tanggur, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung yang ditangkap Densus 88 Mabes Polri, pernah menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di beberapa negara. NM juga terbilang sukses setelah beberapa tahun mengadu nasib ke beberapa negara tetangga. 

Berdasarkan pengakuan kakak ipar NM, Faisal, NM pernah bekerja di Korea selama 8 tahun. Setelah itu pindah ke Taiwan dan Sungapura. Namun, selama itu Faisal menyebut tidak ada indikasi apa pun bahwa adik iparnya tersebut terlibat jaringan teroris. 

Cerita itu disampaikan Faisal kepada wartawan sesaat setelah NM ditangkap Densus 88 Mebes Polri, Selasa (30/3/2021) sore. Sore itu juga Faisal datang ke rumah NM di Desa Tanggur. Dia ditemani kedua orang tuanya, yakni Abu Umar (73) dan Mudrikah, istrinya, serta satu orang tokoh masyarakat Desa Tenggur. 

Mereka masih kaget dengan peristiwa penangkapan NM dengan dugaan terlibat jaringan teroris. Diceritakan Faisal, NM menikahi adiknya, yakni MB (36), pada tahun 2005. NM berasal dari Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. 

Pria dengan penampilan berjenggot, tapi tidak terlalu tebal tersebut, merupakan jebolan STM. Setahun menikahi MB yang lulusan SMA dan dikarunia anak laki laki (2006), NM mengadu nasib ke Negara Korea. "Tahun 2006 ke Korea," kata Faisal.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut