Tanah Kosong Saksi Bisu Pejuang Malang dalam Pertempuran Surabaya, Kini Berdiri Masjid
Di sisi lain, Sekretaris Takmir Masjid Sabilillah, Akhmad Farkhan, menyatakan tentara rakyat Laskar Hizbullah pimpinan KH. Zainul Arifin dan Laskar Sabilillah di bawah KH. Masjkur, sempat menjadikan tanah kosong yang kini menjadi bangunan Masjid Sabilillah sebagai titik kumpul dan menggalang dukungan.
"Dulu memang sini dijadikan markas untuk menggalang dukungan untuk bertempur ke Surabaya," kata Farkhan ditemui di Ruangan Takmir Masjid Sabilillah.
Namun saat itu, lokasi beribadah berada di Masjid Jami Blimbing yang terletak di utara bangunan Masjid Sabilillah saat ini. Lantaran jamaah yang terus bertambah pada 1960-an, keinginan untuk mendirikan masjid yang lebih besar muncul.
"Setelah tahun 1968 itu, jamaah masjid yang lama tidak lagi muat karena kian hari jamaah kian bertambah. Maka pada 1968 dibentuklah panitia pembangunan Masjid Blimbing yang baru oleh KH. Nakhrawi Thohir," ujarnya.
Usai panitia terbentuk, peletakan batu pertama dilakukan pada 1974 di sebuah tanah kosong di selatan Masjid Jami Blimbing yang sempat dijadikan markas pejuang saat mengusir penjajah pada Pertempuran Surabaya.