Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Oknum Kiai Cabuli 13 Santri di Ponorogo Diduga Sudah Beraksi Bertahun-tahun
Advertisement . Scroll to see content

Tak Banyak Orang Tahu, Harmoko Tinggalkan Pesantren Besar di Nganjuk

Senin, 05 Juli 2021 - 12:15:00 WIB
Tak Banyak Orang Tahu, Harmoko Tinggalkan Pesantren Besar di Nganjuk
Pondok Pesantren Modern Al-Barokah yang didirikan Harmoko di kampung halamannya, Patianrowo, Nganjuk, Jawa Timur. (Foto: PP Al-Barokah).
Advertisement . Scroll to see content

NGANJUK, iNews.id Menteri Penerangan periode 1983-1997 Harmoko meninggal dunia, Minggu (6/5/2021) malam. Kepergian Harmoko meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat dan para kolega. 

Keluarga besar Partai Golkar, misalnya, menyebut sangat kehilangan. Harmoko pernah memimpin partai tersebut pada periode 1993-1998.

“Kepemimpinan Pak Harmoko di masa transisi reformasi sungguh berat dan penuh tantangan. Itu merupakan ujian berat seorang pemimpin partai besar, dan dengan segala dinamikanya berhasil dilalui,” kata Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Senin (5/7/2021). 

Mantan Menteri Penerangan Harmoko. (Foto: dok. Sindonews).

Selain identik sebagai menteri penerangan, Harmoko juga dikenal sebagai jurnalis senior dan politikus. Namun tak banyak orang tahu Harmoko merupakan pendiri Pesantren Modern Al-Barokah di kampung kelahirannya, Desa Patianrowo, Nganjuk

Mengutip jurnal UIN Surabaya, Harmoko mendirikan pesantren itu pada 1992. Sosok berambut klimis ini meniru Pondok Modern Gontor, Ponorogo.

Bukan tanpa alasan Harmoko mengadopsi Ponpes Gontor.

Dia dikenal mengagumi Kiai Zarkasyi dan Kiai Sahal, pengasuh sekaligus pengurus Pondok Modern Gontor Ponorogo.

Lebih dari itu, Harmoko juga ingin desa kelahirannya lebih mendalami agama Islam. Ini karena masyarakat Patianrowo masih kental dengan Hinduisme ketika itu.

Harmoko menjabat sebagai Ketum Golkar pada masa Orde Baru (Foto: Antara)
Harmoko menjabat sebagai Ketum Golkar pada masa Orde Baru (Foto: Antara)

Laman situs resmi Pesantren Al-Barokah turut berduka dengan kepergian pendirinya. Pada Minggu malam, mereka mengunggah informasi meninggalnya Harmoko.

Meski didirikan tokoh politik, pesantren ini menegaskan tidak berpihak dengan golongan tertentu. Karena itu slogan yang diusung yakni ”berdiri untuk dan di atas semua golongan.”

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut