Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mencekam! Puting Beliung Mengamuk di Persawahan Bangkalan, Tanaman hingga Gubuk Rusak
Advertisement . Scroll to see content

Syaikhona Kholil, Ulama Kharismatik Pulau Madura: Cinta Tanah Air Sebagian dari Iman

Sabtu, 19 Juni 2021 - 11:38:00 WIB
Syaikhona Kholil, Ulama Kharismatik Pulau Madura: Cinta Tanah Air Sebagian dari Iman
Lukisan Syaikhona Kholil ulama kharismatik asal Pulau Madura di Museum Den Haag, Belanda. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Tak butuh waktu lama, banyak santri berdatangan dari desa-desa sekitarnya. Namun, setelah putrinya, Siti Khatimah dinikahkan dengan keponakannya sendiri, yaitu Kiai Muntaha, pesantren di Cengkebuan itu kemudian diserahkan kepada menantunya.

Mbah Kholil kemudian mendirikan pesantren lagi di daerah Demangan, 1 km dari pesantren lama. Di pesantren baru ini, Mbah Kholil juga cepat memperoleh santri lagi, bukan saja dari daerah sekitar, tetapi juga dari Pulau Jawa.

Santri pertama yang datang dari Jawa tercatat bernama Hasyim Asy'ari, dari Jombang. Kemudian banyak santri-santri lain yang menimba ilmu agama dari Mbah Kholil.

Selain KH Hasyim Asy'ari, pendiri NU dan pendiri, pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang ada juga KHR As'ad Syamsul Arifin, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah, Sukorejo Asembagus, Situbondo. Kemudian KH Wahab Hasbullah: Pendiri, Pengasuh Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang. Pernah menjabat sebagai Rais Aam NU (1947–1971).

KH Bisri Syansuri, Pendiri, Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar, Jombang. Lalu KH Maksum, Pendiri, Pengasuh Pondok Pesantren Rembang, Jawa Tengah. KH Bisri Mustofa, Pendiri, Pengasuh Pondok Pesantren Rembang. KH Muhammad Siddiq, Pendiri, Pengasuh Pesantren Siddiqiyah, Jember.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut