“Ada titik temu antara kepentingan masing-masing sehingga mereka bersekongkol membunuh korban,” katanya.
Karena itu, usai membunuh, Bahar langsung menggeledah kamar ayahnya dan mendapatkan uang Rp6 juta. Setelah itu, dia kembali bekerja di Bali. Tidak lama kemudian, akhir Mei, Busani menikah siri dengan Jumarin.
Sementara dalam perkembangannya, harta warisan yang diharapkan Bahar tidak terwujud. Bahkan dia mulai khawatir, ibunya menceritakan peristiwa pembunuhan tersebut kepada suami sirinya. Bahar juga khawatir harta ayahnya malah hanya akan dikuasai sang ibu dan suami sirinya, Jumarin.
“Karena itu dia pulang ke Jember dan mengarang cerita kepada kepala dusun bahwa ayahnya Surono tewas dibunuh suami siri ibunya,” katanya.
Skenario tersebut rupanya disetujui oleh ibunya, Busani. Sebab, dia juga tengah kecewa dengan Jumarin. Ini karena sejak istri sah Jumarin pulang dari Malaysia, dia tidak pernah datang lagi ke rumah Busani.