Kisah Sunan Bonang, Syiarkan Islam dengan Kelembutan
Begitulah siasat Raden Makdum Ibrahim yang dijalankan penuh kesabaran. Setelah rakyat berhasil direbut simpatinya tinggal mengisikan saja ajaran agama Islam kepada mereka.
Tembang-tembang yang diajarkan Raden Makdum Ibrahim adalah tembang yang berisikan ajaran agama Islam. Sehingga tanpa terasa penduduk sudah mempelajari agama Islam dengan senang hati, bukan dengan paksaan.
Murid-murid Raden Makdum Ibrahim ini sangat banyak, baik yang berada di Tuban, Pulau Bawean, Jepara, Surabaya maupun Madura. Karena beliau sering mempergunakan Bonang dalam berdakwah maka masyarakat memberinya gelar Sunan Bonang.
Meski sudah berusia lanjut, Sunan Bonang terus melakukan syiar agama Islam ke masyarakat yang belum tersentuh ajaran agama. Sunan Bonang wafat saat berdakwah di Pulau Bawean. Berita segera disebarkan ke seluruh Tanah Jawa. Para murid berdatangan dari segala penjuru untuk berduka cita dan memberikan penghormatan yang terakhir.
Murid-murid yang berada di Pulau Bawean hendak memakamkan Sunan Bonang di Pulau Bawean. Tetapi murid yang berasal dari Madura dan Surabaya menginginkan jenazahnya dimakamkan di dekat ayahnya yaitu Sunan Ampel di Surabaya.