Sosok Sultan Agung dan Kisah Masa Kejayaan Kerajaan Mataram
Apabila gong yang ada di pojok-pojok kota dipukul, maka dalam setengah hari saja akan berkumpul sekitar 200.000 orang bersenjata lengkap datang dari kampung-kampung. Mereka siap melaksanakan apa saja perintah raja.
Mengenai sifat sang Sultan Mataram ini, utusan Belanda bernama Van Surck dan seorang saudagar bernama Balthasar Van Eydhoven yang pergi ke Mataram mengucapkan selamat atas pengangkatannya sebagai raja pemangku pemerintahan. Mereka lantas memiliki kesan bahwa Sultan Agung seorang raja yang tidak dapat dianggap remeh.
Sultan Agung memiliki dewan penasihat yang memerintah dengan keras dan memiliki kekuasaan yang besar. Pada tahun 1622, utusan Belanda yang lain bernama H De Haen lebih teliti lagi dalam menggambarkan sosok Sultan Agung.
Menurutnya, Sultan Agung seorang raja yang berada pada puncak kehidupannya berusia sekitar 20-30 tahun. Berbadan bagus, berkulit lebih hitam dibandingkan rata-rata orang Jawa, berhidung kecil, mulut datar dan agak lebar, kasar dalam berbahasa, berwajah tenang dan bulat.
Selain itu, dia juga seorang yang cerdas, bila memandang sekeliling, tatapannya seperti singa. Dari sisi fisik, sosok Sultan Agung yang menarik adalah cara berpakaiannya.