Seorang Aremania Korban Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Meninggal Dunia
“Kata keluarganya memang kondisinya lemas dan pucat. Tadinya dia pulang dulu ke rumahnya. Masuk ke rumah sakit Senin sore. Dirujuk ke RSSA pukul 21.00 WIB malam tadi dengan kondisi lemas, pucat dan sesak napas,” kata Nur Rosyidin, salah seorang tetangga korban saat ditemui di kamar jenazah RSSA, Rabu (18/4/2018).
Baru pada Selasa malam, karena kondisinya semakin memburuk, Dimas dilarikan ke ICU RSSA. Namun para Rabu sore, siswa kelas X SMKN 1 Malang, yang baru berusia 17 tahun ini, akhirnya tutup usia.
Belum ada keterangan resmi dari manajemen Arema mengenai hal ini. Melalui pesan singkat, manajemen Arema FC meminta waktu, menunggu hasil keterangan medis dari rumah sakit, karena laporan korban kepada manajemen baru masuk Rabu siang tadi. Apalagi, Dimas tidak termasuk dalam daftar 214 korban kerusuhan yang didata manajemen sejak kejadian Minggu malam lalu.
Editor: Himas Puspito Putra