Sensasi Wisata Horor di Museum Ganesya Malang yang Koleksi Boneka Santet hingga Tuyul
Operational Manager Museum Ganesya Satya Budi Putera mengatakan, tujuan dibangunnya museum ini untuk mengenalkan sisi lain dari kehidupan sehari-hari.
"Ini untuk mengenalkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, ada sisi baik dan sisi buruk dalam kehidupan ini," ujarnya.

Semua koleksi yang ada di museum kata Satya merupakan barang-barang asli yang ada di lingkungan masyarakat Indonesia.
Sementara itu, pengunjung museum Devi mengaku tertarik berkunjung ke Museum Ganesya karena menyuguhkan informasi peradaan masyarakat Indonesia sebelum masuknya Islam.
"Saya tertarik, benda-benda yang belum pernah saya tahu yang dipakai orang-orang sebelum ada peradaan agama Islam masuk," ujarnya.
Devi juga mengaku setelah mengunjungi museum ini, banyak mengetahui deretan barang-barang tersebut ada yang digunakan untuk hal positif di zaman dulu kala.
"Saya kan dulu tahunya dulu dipakai untuk negatif, ternyata enggak semua karena dulu pernah dipakai untuk kegiatan yang baik, sebelum digunakan orang yang tidak bertanggungjawab," kata Devi.
Museum ini juga memperlihatkan aneka bentuk makam-makam dengan berbagai metode pemakaman. Deretan model pesugihan juga dipertontonkan, seperti diorama tuyul dan babi ngepet.
Editor: Nani Suherni