Seniman Muda Indonesia Pamerkan Komik Antiperundungan Anak di Markas PBB
"Melalui komik, saya ingin membantu anak muda mengatasi ketakutan mereka dan menggunakan kekuatan super mereka sendiri untuk menghentikan intimidasi dan kekerasan, termasuk melalui seni dan ekspresi, seperti menggambar, menulis, aktivisme, atau akting," kata remaja asal Makassar, Sulawesi Selatan ini.
Pemerintah Indonesia, diwakili oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, memuji prestasi Rizka sebagai kebanggaan bagi anak-anak bangsa. Menurut dia, kaum muda sendiri adalah mitra dan agen perubahan yang tidak terpisahkan untuk membuat sekolah aman untuk belajar.
"Contoh yang sangat baik dari kapasitas dan kreativitas kaum muda untuk bertindak sebagai agen perubahan adalah buku komik yang dibuat oleh anak Indonesia, Rizka, yang memenangkan Kontes Komik Pahlawan Super Sekolah 2019. ," ujar Yohana.
Diketahui, lomba komik tersebut meminta anak-anak dan orang muda untuk menciptakan pahlawan super yang dapat membuat siswa aman dari kekerasan di dan sekitar sekolah, termasuk perundungan.
Sejak memenangi lomba kelas dunia tersebut di awal tahun 2019, Rizka bekerja sama dengan tim penulis dan ilustrator di Amerika Serikat untuk menghidupkan konsepnya. Komiknya sekarang akan didistribusikan kepada siswa di lebih dari 100.000 sekolah di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
"Cipta adalah metafora yang kuat untuk para pahlawan super muda di seluruh dunia mengambil tindakan terhadap kekerasan dan intimidasi di dan sekitar sekolah," kata Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore.
"Ketika kita menandai peringatan 30 tahun adopsi Konvensi Hak-Hak Anak, saya tidak ragu bahwa anak muda di seluruh dunia, termasuk Rizka, akan menginspirasi para pemimpin dunia untuk mengambil tindakan demi hak setiap anak," katanya.
Editor: Kastolani Marzuki