Santri Balik ke Pesantren, Golkar Jatim: Pemerintah Harus Subsidi untuk Rapid Test
Namun, jika proses kembalinya santri ke pesantren dilakukan asal-asalan, tanpa screening tepat, maka kata Gus Mamak, bisa jadi justru menjadi blunder. Sebab, tingkat kepadatan pesantren menjadikan interaksi fisik lebih intens.
Menurut Gus Mamak, proses screening tidak bisa dipasrahkan begitu saja kepada pesantren. Pasalnya, pengetahuan pengasuh ponpes tentang penanganan kesehatan rata-rata masih awam.
“Jadi, jika pemerintah lepas tangan, ini akan jadi bumerang bagi Jatim,” katanya.
Dia optimistis, jika proses pengembalian santri berjalan sukses tanpa membawa virus, di bawah bimbingan para pengasuh, maka bukan tidak mungkin, Covid-19 akan berkurang.
“Doa 1,1 juta orang ditambah tenaga pendidiknya ini Insyaallah akan signifikan sebagai ikhtiar batin memerangi Covid-19,” katanya.
Editor: Ihya Ulumuddin