Sambut New Normal, Ponpes Mambaul Ihsan Gresik Memulai Kegiatan Belajar
Selain pemeriksaan rutin, pihaknya juga menerapkan physical distancing dalam segala aktivitas. Bahkan, penghuni kamar kini juga dibatasi, dari sebelumnya 10 santri per kamar, kini dikurangi menjadi empat santri per kamar.
Sementara itu, pembukaan kembali pesantren ini mendapatkan pengawasan dari para wali santri dan DPRD Kabupayen Gresik. Pagi tadi, mereka datang ke pesantren untuk melihat langsung pelaksanaan belajar mengajar.
“Pantauan kami protokol kesehatan berjalan dengan baik. Pengasuh ponpes juga sangat siap melaksanaan Ponpes Tangguh, seperti halnya Kampung Tangguh di desa-desa. Fasilitas penanganan Covid-19 sudah siap," kata Wakil Ketua DPRD Gresik, Asluchul Alif.
Saat ini, lanjut Aslachul, pihaknya juga mendorong Pemerintah Kabupaten Gresik untuk secepatnya berkoordinasi, melakukan pemantauan penerapan new normal di lingkungan pesantren. “Alhamdulillah, pesantren juga siap bekerja sama,” ujarnya.
Diketahui, memasuki era new normal, sejumlah pesantren di Gresik kembali memulai aktivitas belajar mengajar, dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Mereka juga bekerja sama dengan puskesmas setempat untuk melindungi santri dari penyebaran Covid-19.
Editor: Ihya Ulumuddin