RSUD Soetomo Kembangkan Metode Transplantasi Paru-Paru untuk Pasien Covid-19 Berat
Joni mengatakan, metode tersebut juga sudah digunakan di beberapa negara, seperti China dan Amerika. Upaya ini akan dicoba dilakukan karena sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyebuhkan pasien Covid-19.
“Kita terus berupaya, jadi memang sampai saat ini saya dapat informasi dari Direktur WHO di Asia Paisfik belum ada obat draft of choice,” ujarnya.
Joni optimistis upaya transplantasi paru-paru ini bisa dilaksanakan di RSUD Dr Soetomo. Sebab, sebelumnya, rumah sakit milik Provinsi Jatim ini memiliki pengalaman dalam transplantasi ginjal dan transplantasi liver.
Permasalahan yang dihadapi di Indonesia yakni sulit mencari pendonor. Hal ini karena masyarakat di Indonesia masih membutuhkan pemahaman.
“Problemnya, donornya yang susah, kalau di Cina dan Amerika mudah mencari donor. Kita sudah pengalaman dalam transplan ginjal, kemudian liver, tinggal paru sedang kita kembangkan. Mudah-mudahan ini jadi modal baik dalam penanganan Covid-19,” katanya.
Editor: Ihya Ulumuddin