Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kebakaran Hebat Pabrik Ban Bekas di Mojokerto, Asap Hitam Membubung Tinggi
Advertisement . Scroll to see content

RSUD Kota Mojokerto Penuh, 6 Pasien Suspect Covid-19 Tertahan di IGD  

Rabu, 16 Desember 2020 - 21:32:00 WIB
RSUD Kota Mojokerto Penuh, 6 Pasien Suspect Covid-19 Tertahan di IGD  
RSUD dr Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto. (Foto: iNews.id/Sholahudin)
Advertisement . Scroll to see content

"Ini kami berproses. Pasien yang sudah tidak ada gejala sudah membaik walau positif akan digeser ke relawan. Ada rumah singgah baik kota maupun kabupaten," katanya. 

Trias menjelaskan, pihaknya akan berkordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota maupun Kabupaten Mojokerto untuk membantu ketersediaan ruang perawatan pasien Covid-19 itu. 

"Kita akan koordinasi pasien-pasien yang tidak bergejala walau pun masih positif kita akan pindahkan ke rumah singgah. Kota di Rusunawa Cinde, kalau Kabupaten Gondang," katanya. 

Dia juga berharap, untuk kasus-kasus yang ringan dan sedang Covid-19 hendaknya bisa dirujuk ke rumah sakit swasta yang ada di Kota maupun Kabupaten Mojokerto. Tujuannya mereka tidak membebani rs rujukan Covid-19. 

"Kalau gejala berat baru dirujuk ke sini. Kalau memang alat bantu nafas masih ada. Seandainya alat bantu nafas tidak ada dan pasien membutuhkan, ya terpaksa kami rujuk ke luar kota," katanya. 
 
Dokter spesialis anak ini menyebutkan, pasien Covid-19 yang berada di RS mayoritas warga Kabupaten Mojokerto. Jumlahnya mencapai 80 persen dari total 75 pasien terpapar yang ada di RS. "Mudah-mudahan pasien-pasien yang di IGD bisa masuk ruang rawat inap," katanya. 

Trias mengatakan, kondisi overload ini terjadi karena terjadi penambahan kasus baru. Indikasinya, mereka tidak patuh menjaga protokol kesehatan. Dia menyebut, masyarakat mulai lengah terhadap prokes dalam penerapan kehidupan sehari-hari, sehingga menimbulkan lonjakan di akhir tahun.

"Misal pakai masker saja sudah bisa menurunkan berapa prosentase penularan apalagi jaga jarak, cuci tangan. Kemudian memang kalau kita lihat banyak hajatan, makan bersama buka masker, tidak memenuhi protokol. Kuncinya ya karena masyarakat kurang disiplin dan patuh," katanya. 

Editor: Ihya Ulumuddin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut