Romantika Kisah Cinta Gus Dur Meluluhkan Hati Sinta Nuriyah
Namun demikian, Nuriyah merupakan produk masyarakat pesantren dan seorang gadis kelahiran Jombang. Karena itu, tidaklah mudah baginya untuk menolak putra KH Wahid Hasyim. Bagi Nuriyah, Gus Dur bukanlah sama sekali tanpa daya tarik. Gus Dur menarik perhatiannya karena keintelekan dan juga tujuan hidupnya yang kuat. '
Hingga pada akhirnya, pada November 1963 Gus Dur berangkat ke Kairo, Mesir karena mendapatkan beasiswa dari Departemen Agama untuk belajar di Universitas Al-Azhar.
Selama tahun-tahun yang dihabiskan di Kairo, Gus Dur rutin terus berkorespondensi dengan Nuriyah. Surat-surat gadis ini datang secara teratur, ditafsirkannya sebagai tanda dia tidak sepenuhnya ditolak.
Nuriyah pandai berkorespondensi dan setelah lewat beberapa tahun, hubungan mereka menjadi lebih dalam dari sekadar persahabatan ketika mereka di Jombang. Kala itu, Nuriyah sering menolak pemberian buku dari Gus Dur.
Pada awalnya, hubungan Gus Dur dan Nuriyah tidak begitu mulus. Namun, hubungan itu menjadi lebih dalam karena korespondensi yang teratur.