Kendati demikian, dia kini merasa lega karena anaknya telah ditemukan dan bisa berkumpul kembali bersama keluarga. Hal ini menurutnya menjadi hal yang paling utama.
“Kami dengar anak kami ditemukan dari petunjuk sandal. Petugas mendapati ada sandalnya dan memanggil-manggil Hafifi di kebun kopi. Tak lama dia keluar dari dalam kebun tanpa mengenakan baju,” kata Imam.
Menurutnya, korban kelelahan hingga mungkin berhalusinasi. Namun Hafifi sudah didoakan agar dapat kembali normal seperti sedia kala.
Kapolsek Sukorambi AKP Ribut Budiyono mengungkapkan, penemuan dan penyelamatan korban hilang di Gunung Argopuro merupakan kerja sama dengan tim Basarnas. Kasus ini murni anak hilang dan tidak ada unsur kriminal.
“Dugaan sementara korban tersesat. Memang bicaranya agak melantur, mungkin karena faktor kelelahan. Kami juga akan bawa ke rumah sakit untuk cek kondisi kesehatannya,” tuturnya.
Pengakuan Hafifi, selama dua hari hilang dalam hutan, dia mengaku berada di tengah keramaian, seperti dalam pasar malam. Dia bahkan mengaku bertarung dengan sekelompok orang bersama teman-temannya. Selain itu, dia juga diberi uang dengan jumlah yang sangat banyak, serta menyantap berbagai makanan lezat.
Editor: Donald Karouw