Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Alasan Polisi Tetapkan Gus Idris Tersangka Pelecehan Model Konten Sumpah Pocong
Advertisement . Scroll to see content

Rem Blong Diduga Penyebab Kecelakaan Maut Mobil Arisan Emak-Emak di Malang

Rabu, 26 Mei 2021 - 20:50:00 WIB
Rem Blong Diduga Penyebab Kecelakaan Maut Mobil Arisan Emak-Emak di Malang
Polisi mengatur arus lalu lintas di lokasi kecelakaan maut mobil pikap menabrak pohon yang menewaskan tujuh emak-emak di kabupaten Malang, Rabu (26/5/2021). (Foto: MNC Portal/Avirista Midaada)
Advertisement . Scroll to see content

MALANG, iNews.id - Kecelakaan mautmobil pikap rombongan emak-emak arisan yang menewaskan tujuh orang di Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Rabu (26/5/2021) diduga akibat rem blong. Namun, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi dan korban.

Kasatlantas Polres Malang AKP Agung Fitriansyah mengatakan, petugas di lapangan belum menemukan jejak pengereman di sekitar lokasi kecelakaan di Jalan Simpang Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, tepatnya di jalan turunan di sekitar Omah Semar, Poncokusumo. 

“Dugaan kuat mobil bak terbuka jenis pikap L300 mengalami rem blong. Tapi, masih kami dalami. Dari bukti - bukti olah TKP tidak ditemukan adanya benturan dengan pengendara lain. Sementara belum ditemukan (jejak pengereman). Jadi sementara masih kami proses (penyelidikan)," ungkap Agung Fitriansyah ditemui di ruang jenazah Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Rabu (26/5/2021).

Agung mengaku kesulitan menyimpulkan penyebab pasti kejadian sebab minimnya saksi mata di lokasi, serta kondisi pengemudi L300 yang tengah dirawat akibat mengalami luka berat.

"Karena di jalur kabupaten, kanan kirinya sawah-sawah untuk saksi masih minim. Cuma beberapa kami dapatkan saksi, namun masih dalam proses penyelidikan. (Untuk supir) belum (diperiksa) karena memang mengalami luka berat dan masih diperiksa dokter, belum bisa dimintai keterangan," tuturnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut