SURABAYA, iNews.id - Tim Penyidik gabungan menggelar rekonstruksiTragedi Kanjuruhan di lapangan bola Mapolda Jatim, Surabaya, Rabu (19/10/2022). Sedikitnya 32 adegan diperagakan dalam rekonstruksi tersebut.
Berdasarkan pantauan iNews, puluhan anggota yang diperankan pemeran pengganti memeragakan adegan saat kerusuhan yang menewaskan 133 orang di Stadion Kanjuruhan, Malang, berlangsung pada Sabtu (1/10/2022) lalu.
Tak Disetujui Keluarga, Autopsi Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Batal Digelar
Sejumlah adegan diperagakan berdasarkan berita acara pemeriksaan (BAP) yang telah dikantongi penyidik.
Adapun rekonstruksi dipimpin Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Totok Suharyanto dengan disaksikan Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo.
Jenguk Korban Tragedi Kanjuruhan, Kapolda Jatim Irjen Toni Sampaikan Permintaan Maaf
Proses rekonstruksi turut dihadiri Kadiv Propam Polri Irjen Syahar Diantono serta pewakilan tim TGIPF.
Sejumlah adegan diperagakan, termasuk lokasi di lapangan Mapolda Jatim sebagai tempat peraga pintu 13 Stadion Kanjuruhan yang menjadi titik banyaknya korban meninggal dunia.
Korban Tragedi Kanjuruhan Bertambah Menjadi 133 Orang
Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan rekonstruksi akan dilakukan untuk menguak arah tembakan gas air mata, berapa peluru yang ditembakkan, hingga siapa yang memerintahkan menembak.
"Akan melihat tentang berapa tembakan yang dilakukan, kemudian arah tembakan. Kemudian perintah tembakan, kemudian jenis peluru yang digunakan," kata dia, Sabtu (15/10/2022).
Pemakaman Korban ke-133 Tragedi Kanjuruhan, Isak Tangis Pecah
Menurut Dedi, rekonstruksi juga akan menjadi pembuktian polisi. Rekonstruksi juga menjadi komitmen dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, agar pengusutan tragedi ini segera dituntaskan.
"Ini semua sekali lagi dalam rangka proses pembuktian, dan komitmen Bapak Kapolri tentunya untuk kasus ini segera dituntaskan. Perbaikan-perbaikan terkait regulasi keselamatan dan keamanan ini sudah diproses," kata Dedi.
Direktur Operasional PT LIB Diperiksa Polda Jatim sebagai Saksi Tragedi Kanjuruhan
Editor: Rizky Agustian