Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kiai Nusantara Berkumpul di Kediri, Tegaskan Pesantren Benteng Perlindungan Anak
Advertisement . Scroll to see content

Rekonstruksi Mutilasi Guru Honorer di Blitar, Korban Tewas Dibekap

Rabu, 24 April 2019 - 13:52:00 WIB
Rekonstruksi Mutilasi Guru Honorer di Blitar, Korban Tewas Dibekap
Reka ulang tersangka Azis saat membacok korban Budi Haryanto dengan parang. Usai dibacok korban dimutilasi kepalanya karena tak muat dalam koper. (Foto: iNews/Afnan)
Advertisement . Scroll to see content

KEDIRI, iNews.idKasus mutilasi dengan korban Budi Hartanto, seorang guru honorer di Kediri yang sempat menggemparkan publik awal April silam memasuki tahap rekonstruksi. Polda Jawa Timur (Jatim) menggelar reka ulang ini di sejumlah lokasi, mulai dari Sanggar Tari milik korban hingga eksekusi di warung kopi milik tersangka dan pembuangan jenazah di Blitar.

Pantauan iNews, kedua tersangka Aris dan Aziz tiba di lokasi warung kopi, Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, dengan pengawalan ketat puluhan polisi, Rabu (24/4/2019). Sementara di sekeliling TKP, ratusan warga tampak berkerumun di lokasi untuk melihat kedua tersangka pembunuhan sadis tersebut.

Sedikitnya ada 38 adegan yang diperagakan kedua tersangka. Dalam rekonstruksi menunjukkan korban awalnya berhubungan badan dengan tersangka Aris dalam kamar. Keduanya lantas cekcok hingga terdengar tersangka Azis yang coba melerai.

Namun amarah korban tak terbendung. Sejurus kemudian korban coba mengambil senjata tajam (sajam) dan mengarahkannya ke tubuh Azis. Serangan itu dapat ditahan, Azis merebut sajam dan membacok korban di bagian lengan atas.

Selanjutnya korban yang tak berdaya dibawa ke kamar dan dibekap tersangka Aris hingga tewas. Dalam rekonstruksi, korban tewas pada adegan ke-11 dan 12. Seorang tersangka selanjutnya pulang dan membawa koper. Tubuh korban lantas dimasukkan ke dalamnya. Karena tak muat, kepalanya dimutilasi, kemudian dimasukan dalam bungkus plastik dan dibuang di lokasi berbeda.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut