Redam Rusuh Papua, Ribuan Warga Antaretnis Bernyanyi di Taman Bungkul Surabaya
“Tadi kita menari lagu Sajojo, Tanah Papua, Tanjung Perak dan lagu daerah lain. Luar biasa. Teman-teman yang dari panggung juga menyanyikan lagu-lagu Papua dan itu membuat kami senang," ungkap pria asli Sorong, Papua ini.
Kebersamaan mereka bahkan terlihat akrab, ketika mereka bergandengan tangan. Mnari, berkeliling di Taman Bungkul. Momen haru pun terlihat, ketika mereka saling berpelukan usai menari dan bernyanyi bersama.
Daniel menilai, keberagaman etnis masyarakat yang tinggal di Surabaya, membuat Kota Pahlawan semakin nyaman untuk ditinggali. Apalagi, selama ini banyak mahasiswa asal Papua juga menempuh pendidikan di Kota Pahlawan.
“Setiap mahasiswa yang dari Papua juga merasa nyaman di Surabaya dan semua masyarakat sama tidak ada perbedaan,” ucapnya.
Dia berharap, keberagaman masyarakat di Surabaya bisa terus terjaga. Dengan begitu, Kota Surabaya akan terus nyaman dan aman untuk ditinggali dari berbagai masyarakat suku etnis di Indonesia. “Karena kita satu. Kita sama. Tidak ada perbedaan masyarakat satu dengan yang lain,” katanya.
Editor: Kastolani Marzuki