Ratusan Emak-Emak di Mojokerto Tertipu Arisan Lebaran, Kerugian Capai Rp1 Miliar
"Kisaran 200 orang. Namun kemungkinan besar bertambah. Sebab, di Kecamatan Ngoro saja ada empat desa yang ikut arisan ini dan jumlahnya ada 100 orang. Belum lagi masyarakat luar wilayah Mojokerto, seperti Malang, Sidoarjo hingga Surabaya," katanya, Jumat (21/05/2021).
Tiksnarto mengatakan, arisan Lebaran yang buat oleh Mia diketahui berjalan sejak 2014. Namun saat memasuki tahun ketujuh, arisan mulai bermasalah. Pasalnya, pelaku diduga kabur bersama uang arisan ratusan peserta lima pekan sebelum Lebaran bersama keluarganya ke wilayah Jawa Tengah.
Dari hasil pemeriksaan para korban arisan ini dengan sistem peserta membayar arisan setiap pekan sampai 46 kali dalam setahun dengan paket yang sudah di pilih oleh para peserta. Sementara hasilnya dibagikan paling lambat 1 minggu menjelang Hari Raya Idul Fitri.
"Para peserta ini dijanjikan mendapatkan bunga 5 persen. Itu yang memungkinkan menarik para korban ikut dalam arisan lebaran ini," katanya.
Selain itu, setiap peserta yang ikut juga ditawarkan dengan paket arisan yang di buat oleh Mia, mulai dari yang terendah 3.000 sampai 50.000 per minggu.