Ratusan ASN di Lingkungan Pemprov Jatim Jalani Tes Swab Massal di BPSDM
Menurutnya, sesuai arahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim, ASN dan keluarganya diharapkan mendapat perhatian yang serius untuk dilakukan testing.
Sebab, mereka melakukan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga, ASN harus bebas dari COVID-19. “Maka deteksi dini COVID-19 terhadap ASN dan keluarganya harus dilakukan," tutur Aries.
Bagi ASN yang diketahui hasil tesnya positif dan bergejala ringan, akan diarahkan untuk menjalani isolasi di Rumah Sakit (RS) Lapangan di Jalan Indrapura, Surabaya. Sementara yang bergejala sedang hingga berat, akan dikoordinasikan dengan tim yang menangani sisten rujukan di RS lapangan.
Sistem rujukan satu pintu atau one gate referral system yang dikembangkan Pemprov Jatim bersama Pangkogabwilhan II tersebut telah mengkoneksikan data RS rujukan di Jatim.
Baik ketersediaan Ruang Isolasi Khusus (RIK), ruang isolasi bertekanan negatif, ruang isolasi tanpa tekanan negatif, ICU hingga ketersediaan ruang HCU. "Kami akan terus melakukan koordinasi dengan RS Lapangan terkait hasil testing yang sudah dilakukan kepada para ASN di lingkungan Pemprov Jatim," tutur mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim tersebut.
Sebelumnya, pada Rabu (8/7/2020), Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim, Heru Tjahjojo mengungkapkan, jumlah ASN Pemprov Jatim yang terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 98 orang. Jumlah tersebut berasal dari 511 ASN yang dinyatakan reaktif saat rapid test. Dari jumlah itu, 430 ASN sudah menjalani tes swab. Dari 430 ASN yang sudah tes swab, 98 ASN positif Covid-19. Sementara 266 ASN negatif. Sisanya 66 ASN masih belum keluar hasil tes swab-nya. “Dari 98 ASN yang positif, ada 20 yang sembuh dan 78 masih dalam perawatan," katanya.
Editor: Kastolani Marzuki