Pupuk Organik Peneliti Faperta Unej Dongkrak Produktivitas Cabai di Trenggalek, Hasilnya Mampu 35 Kali Panen
Dia menjelaskan, penggunaan pupuk organik mampu mengurangi penggunaan pupuk anorganik sebanyak 25 persen. Diharapkan dalam penggunaan pupuk organik secara bertahap dalam budidaya cabai dapat menggantikan peranan pupuk anorganik sepenuhnya. “Sehingga dapat tercipta pertanian-pertanian cabai organik," katanya.
Dirinya berharap, ke depan kerjasama tersebut dapat bisa ditingkatkan agar dapat menyejahterakan para petani yang ada di Trenggalek, serta mampu melestarikan lingkungan dan meminimalisasi kerusakan unsur hara pada tanah.
Sementara itu, Sungkono, salah satu petani cabai di Trenggalek, mengatakan, dapat dibedakan antara cabai yang menggunakan pupuk organik dengan anorganik. Cabai menggunakan pupuk organik batang pohon lebih kuat dan cabainya lebih banyak dan tidak mudah rontok. Berbeda dengan hasil menggunakan pupuk anorganik, batang tanaman tidak mampu menahan cabai sekalipun tidak begitu lebat.
"Untuk bobot dari cabainya lebih berat yang menggunakan pupuk organik, manfaat lainnya untuk tanah. Selain untuk melengkapi ketersediaan unsur hara tanah, penggunaan pupuk organik juga mampu meminimalisasi terjadinya stres pada tanaman cabai. Karena pupuk organik dapat menjaga kelembaban tanah," ujarnya.
Dirinya juga berharap, peran pemerintah harus tepat sasaran agar para petani mendapatkan manfaat dari para peneliti dari perguruan tinggi, untuk dapat mengaplikasikan keilmuannya pada petani di Indonesia.
Editor: Mahrus Sholih