Prihatin Kasus Sampang, Siswa SD Tergerak Tolak Kekerasan di Sekolah
Senada disampaikan Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 2 Choirotur Rosyidah. Dia mengatakan, aksi damai ini respons terhadap kasus kekerasan di salah satu sekolah di Sampang, Madura, hingga menimbulkan korban jiwa.
“Kami prihatin atas kekerasan yang masih terjadi dalam sekolah. Terlebih khusus kami prihatin atas korban di Sampang. Kami ikut berbela sungkawa bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.
Dia mengatakan, pihaknya menolak segala bentuk kekerasan dalam sekolah. Baik yang dilakukan guru kepada murid, murid kepada guru, maupun kekerasan lain antarsesama murid.
“Dunia pendidikan adalah kunci akhlak anak-anak menjadi lebih baik. Bisa menghormati orang tuanya, bisa menghormati gurunya, masyarakat dan pergaulan di lingkungannya. Bila masih terjadi, artinya ada sistem pendidikan yang gagal dalam sekolah itu,” kata Rosyidah.
Editor: Donald Karouw