Presiden Jokowi Bergembira, Media Massa Masih Dipercaya Publik
Di era digital ini, kata dia, siapa pun dapat menjadi seorang jurnalis. Namun, tidak sedikit yang malah menyalahgunakan media sosial untuk menebar ketakutan di ruang publik.
Misalnya, kata Jokowi, saat pemerintah menyampaikan satu informasi yang berisi kabar baik dan fakta. Di satu sisi, ada pihak yang malah mengkritisinya, bahkan menyimpulkan hal tersebut sebagai satu pencitraan semata.
"Medsos ini kadang digunakan untuk menciptakan kegaduhan, ada juga yang membangun ketakutan pesimisme," katanya.
Jokowi berharap, di tengah kegaduhan dan masifnya peredaran berita bohong atau hoaks, media konvensional yang profesional dapat menjadi pengendali suasana. Tugas para awak media yang di media massa yakni mencari kebenaran dan fakta.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal