Polri Gerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Banjir Lahar Dingin Semeru di Lumajang
Selain mengevakuasi barang, Polri juga memprioritaskan penyelamatan kelompok rentan. Anak-anak, ibu hamil, dan lansia dievakuasi terlebih dahulu, beberapa bahkan harus digendong karena tidak mampu melewati lumpur yang menutup jalan.
Aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III Siaga dengan peningkatan signifikan. PVMBG mencatat 35 kali erupsi dalam enam jam terakhir, disertai asap kawah setinggi 1.000 meter dan hujan di puncak yang memicu aliran lahar dingin.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengimbau warga untuk menjauhi area sungai. Ia menegaskan aliran lahar dapat datang tiba-tiba dan sangat berbahaya bagi masyarakat di sekitar bantaran sungai.
“Jika ada peringatan dini dari petugas, segera lakukan evakuasi dan ikuti arahan di lapangan. Informasi yang cepat dan akurat sangat menentukan keselamatan masyarakat,” katanya.
Dia juga mengapresiasi relawan yang turun membantu, namun menegaskan pentingnya koordinasi.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian relawan, namun kami tegaskan agar selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian. Situasi di lapangan berubah cepat dan dapat membahayakan siapa pun. Dengan koordinasi yang baik, setiap bantuan dapat diberikan secara aman, efektif, dan tepat sasaran,” ucapnya.
Upaya Polri bergerak cepat di jalur lahar dingin Semeru menjadi penyangga penting bagi keselamatan warga di Candipuro, Lumajang.
Editor: Donald Karouw