Pilu! Curahan Hati Ibu Siswa SMP Tewas Dikeroyok Teman di Kota Batu, Tak Percaya Anak Sudah Tiada
"Anak saya tidak berani bilang dari awal karena diancam. Habis itu dia muntah terus langsung saya bawa ke rumah sakit. Sampai rumah sakit anak saya sudah kritis,” ucapnya.
Hasil pemeriksaan awal, korban RKA mengalami pendarahan otak dan harus menjalani operasi. Sayangnya sebelum tindakan operasi, RKA telah meninggal terlebih dahulu. Dia pun menyayangkan anaknya yang diajak untuk kerja kelompok membuat keripik pare malah dianiaya.
“Kalau kata anak saya dipukuli karena kerja kelompok. Ada tugas kelompok buat keripik pare itu. Sehari sebelum dipukuli itu, si pelaku suruh anak saya nge-print kayak cara membuatnya tapi dia tidak mau," ucapnya.
"Dia marah-marah. Adiknya dulu pernah laporan ke saya kalau pelaku ini pernah nendang kakaknya. Persoalannya apa gak tahu. Makanya saya larang jangan berteman dengan pelaku,” katanya lagi.
Diketahui, sebelumnya siswa SMP berinisial RKA (12) meninggal dunia di RS Hasta Brata, Jumat (31/5/2024). Korban mengeluh sakit di bagian kepala usai diduga dianiaya sejumlah temannya pada Rabu (29/5/2024).
Dalam kasus ini, polisi menangkap lima tersangka pengeroyokan yakni AS (13), warga Pesanggrahan, KA (13) warga Bumiaji, MA (13) warga Ngaglik, KB (13) warga Sisir, semuanya warga Kota Batu dan MI (15) warga Pujon, Kabupaten Malang. Mereka dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.
Editor: Donald Karouw