Pidato Menggetarkan Soekarno saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945
Demikianlah, Saudara-saudara! Kita sekarang telah merdeka!. Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat tanah air dan bangsa kita!. Mulai saat ini kita menyusun Negara kita! Negara Merdeka, Negara Republik Indonesia-merdeka kekal abadi.
Insya Allah, Tuhan memberkati kemerdekaan kita itu!
Upacara kemerdekaan sekaligus pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia selesai. Dalam 'Berkibarlah Benderaku Tradisi Pengibaran Bendera Pusaka' disebutkan semua berlinang air mata bahagia.
Fatmawati tiba-tiba memeluk SK Trimurti. Keduanya berangkulan dengan tangis tersedu-sedu. Fatmawati yang menjahit sang saka merah putih pada akhir tahun 1944. Ia menjahit bendera berukuran 2x3 meter saat hamil tua putra pertamanya (Guntur Soekarnoputra).
Semua yang hadir dan mengikuti Proklamasi Kemerdekaan itu juga saling berpelukan sekaligus berurai air mata haru. Indonesia telah merdeka.
“Pokoknya, semua semua menangis,” kenang Fatmawati seperti dikutip dari buku 'Berkibarlah Benderaku Tradisi Pengibaran Bendera Pusaka'
Editor: Reza Yunanto