Sigit menambahkan, pada Pemilu 2019, banyak upaya untuk memunculkan berita-berita tidak benar dan memecah belah masyarakat.
Karena itu, kapolri berharap, kejadian serupa tidak terulang pada pelaksanaan Pemilu 2024.
"Dulu banyak upaya-upaya dengan strategi, membuat berita-berita tidak benar, dimunculkan berulang-ulang akhirnya menjadi kebenaran. Strategi ini tolong dipikirkan ulang," katanya.
Di sisi lain, lanjutnya, berdasarkan hasil survei menyebutkan bahwa ada referensi terkait dengan masalah memilih tempat tinggal. Sebanyak 30-35 persen masyarakat, ingin tinggal di lingkungan dengan preferensi partai politik yang sama.
"Hal ini yang tentunya menjadi catatan kita, bahwa harusnya tidak terjadi seperti ini. Apapun, siapapun pilihannya, tapi tidak boleh kemudian membuat kita menjadi mengelompok. Berbaur saja, tidak ada masalah," katanya.
Oleh karena itu, menjelang pelaksanaan Pemilu 2024, seluruh pihak diminta untuk mempersiapkan diri, termasuk dari kepolisian daerah setempat, bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
"Yang harus kita lakukan, bagaimana mendorong agar pemilu 2024 bisa berjalan dengan baik, aman, damai, walaupun berbeda pandangan atau pilihan. Berbeda bukan berarti kita harus bermusuhan, itu tidak boleh," ujarnya.
Editor: Kastolani Marzuki