Petasan Meledak saat Dirakit, 2 Warga Malang Luka Bakar 20 Persen
"Masih pemulihan karena setelah operasi butuh pengawasan lebih ketat supaya tidak infeksi, karena lukanya robek dan luka bakar," katanya.
Sebab itu, para korban baru akan diizinkan pulang ketika kondisinya sudah benar-benar dinyatakan pulih secara medis.
"Kalau kondisinya sudah memungkinkan akan kami pulangkan," ucapnya.
Di sisi lain, Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata mengungkapkan, ledakan petasan tersebut terjadi pada hari H Idul Fitri atau Senin (31/3/2025) pukul 21.00 WIB. Awalnya kedua korban diduga membuat petasan tersebut dengan membeli bahan dari toko yang ada di sekitar lokasi kejadian. Petasan tersebut rencananya hanya akan dimainkan sendiri oleh para korban.
"Diduga kedua korban membuat petasan atau mercon. Karena kurang padat maka dipadatkan dengan obeng dan palu, sehingga terjadi ledakan. Petasannya tidak untuk dijual," ucap Andi Yudha Pranata.
Korban bisa memahami bahan dan cara pembuatan petasan dengan cara melihat tutorial dari YouTube. Keduanya lantas merakit petasan itu di rumah salah satu korban anak.
"Dari YouTube (belajarnya) membuat petasan. Ledakan juga mengakibatkan rumah korban mengalami kerusakan jendela dan atap rumah," katanya.
Saat sedang meracik petasan, tiba-tiba muncul percikan api sehingga terjadi ledakan yang merusak rumah dan melukai keduanya.
Editor: Donald Karouw