Peserta UTBK-SBMPTN Surabaya Keluhkan Syarat Rapid Test, Waktu Terlalu Mepet
Keluhan sama juga disampaikan peserta SBMPTN, Adji. Selain karena waktunya mepet, biaya untuk rapid test juga cukup mahal, hampir Rp300.000.
“Sebenarnya tidak menyusahkan, tetapi waktunya mepet. Sebab, ujiannya tanggal 5 Juli besok,” katanya.
Sementara itu, pantauan iNews.id, sebuah klinik di kawasan Jalan Darmo Surabaya, Dasa Medika sejak kemarin diserbu para peserta SBMPTN. Para calon mahasiswa tersebut antre untuk memastikan bebas Covid-19 sebelum ujian.
Banyaknya antrean calon mahasiswa juga diakui pihak klinik. Mereka terpaksa menambah jumlah rapid test tiga kali lipat dari hari biasanya. Jika biasanya hanya 40 alat rapid test per hari, kini menjadi 120 per hari.
“Sebenarnya kami sudah melakukan rapid test untuk pekerja. Tetapi, karena ada juga calon mahasiswa, maka kami siapkan lebih,” ujarnya.
Diketahui, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang mewajibkan rapid test bagi peserta UTBK-SBMPTN. Dalam SE tersebut, calon mahasiswa harus melampirkan hasil nonreaktif rapid test atau swab test negatif. Syarat ini pun disesalkan banyak pihak, termasuk Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.
Editor: Ihya Ulumuddin