“Selain mengajar, saya juga buka jasa service perbaikan alat-alat elektronik. Alhamdulillah, untuk kebutuhan sehari-hari sampai saat ini bisa terpenuhi,” ujarnya, Senin (25/11/2019).
Dia mengenang, pertama kali mengajar menjadi guru tak tetap pada tahun 2003 silam saat mendapat program sertifikasi dari pemerintah. Ketika itu, gaji yang diterimanya sebesar Rp110.000. Uang itu bahkan tak cukup untuk transportasi. Namun dia tak menyerah dan terus menjalani panggilan hidupnya sepenuh hati.
Bukan tanpa usaha untuk dapat diangkat menjadi PNS. Suliyono mengaku sudah mencoba berkali-kali mengikuti tes ujian namun gagal.
Di momen Hari Guru Nasional, dia tak berharap banyak ke pemerintah. Suliyono hanya ingin agar nasib mereka sebagai guru honorer diperhatikan. Tentunya agar bisa lebih sejahtera dan maksimal dalam menjalankan tugasnya mendidik generasi penerus bangsa.
Editor: Donald Karouw