Peristiwa G 30 S/PKI: Kisah 62 Pemuda Ansor Dibantai di Lubang Buaya Banyuwangi
“Di situlah terjadi pembunuhan massal tersebut terjadi. Satu per satu pemuda Ansor dibantai. Truk yang dikendarai dibakar oleh PKI. Sedangkan mayat korban dibuang dan dikubur di tiga sumur yang saat ini dikanal sebagai lubang buaya cemetuk,” katanya, Rabu (30/9/2020).
Dari tiga lubang buaya yang besar tersebut, kata dia, dikubur sebanyak 42 orang. Sedangkan dua lubang lainnya masing – masing dikubur 10 orang.
“Tiga hari kemudian, jenazah para korban baru ditemukan dan dievakuasi oleh aparat militer kala itu,” katanya.
Namun, hingga saat ini tidak ada yang tahu nama-nama para korban tersebut.
Dia mengatakan, monumen lubang buaya di Desa Cemetuk, Kecamatan Celuring yang berjarak sekitar 45 kilometer dari pusat Kota Banyuwangi dibangun atas swadaya warga sekitar pada tahun 1994.
Pengunjung lubang buaya, Fitria mengaku tidak menyangka ada lubang buaya di Desa Cemetuk seperti di Jakarta. “Ternyata di Cemetuk juga ada lubang buaya seperti di Jakarta,” ucapnya.
Editor: Kastolani Marzuki