Perang Survei, Giliran PolMark Indonesia Unggulkan Gus Ipul-Puti
Gabungan kedua ideologi ini yang menjadi modal kuat bagi pasangan nomor urut 2 tersebut dalam mendongkrak elektablitas. “Ideologi dari pasangan ini kan sudah cukup jelas. Sehingga, pemilih bisa lebih yakin,” ujarnya.
Dia menambahkan, dengan selisih elektabilitas yang cukup tinggi tersebut, maka Khofifah-Emil harus berjuang ekstra keras untuk menandingi Gus Ipul-Puti. Sebaliknya, dia menilai, tingginya undecided voter bisa menjadi peluang juga bagi Gus Ipul-Puti. “Ketika undecided voter ini bisa dikelola dengan baik, maka tentu akan mendongkrak elektabilitas Gus Ipul- Puti lebih tinggi lagi,” ucapnya.
Pandangan berbeda diungkapkan pengamat politik lainnya, Kacung Maridjan. Dia justru menyoroti tingginya responden yang belum menentukan pilihan, yakni sebesar 30,1 persen. Dia menduga keraguan untuk memilih ini lantaran kedua cagub yang masih sama-sama berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU).
Khofifah menjabat sebagai Ketua Muslimat NU. Sedang Gus Ipul, merupakan mantan Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan saat ini menjabat salah satu ketua di PBNU. “Saya kira ini adalah pertarungan NU. Siapa pun yang nanti terpilih, pasti dari NU. Mengenai hasil survei, itu kan di Februari dan angkanya akan terus bergerak hingga Juni nanti,” katanya.
Menanggapi survei tersebut, juru bicara pasangan Khofifah-Emil, KH Zahrul Azhar Asad (Gus Hans) bersikap santai. Dia tidak mempermasalahkan beberapa hasil survei yang dimunculkan oleh Polmark. Sebab, menurutnya, masyarakat saat ini sudah cerdas menilai kredibelitas lembaga survei.
“Yang jelas Polmark sudah menjalankan tugas dengan baik kepada kliennya agar dapat menumbuhkan kepercayaan diri kepada pendukungnya setelah terpuruk dari survei-survei lembaga media yang jauh lebih independen,” tandasnya.
Gus Hans menyampaikan, jika tujuannya untuk menyemangati para pendukung Gus Ipul-Puti, dia sangat setuju. Sehingga permainan lebih imbang. “Dengan begitu mereka tak perlu lagi menghalalkan segala cara dengan jalur kekuasaan. Lihat saja baliho Puti di jalan utama yang menyalahi aturan. Sampai saat ini tetap dipasang. Semoga dengan hasil yang
“menggembirakan” ini bisa mengurangi mereka melakukan pelanggran,” ucapnya menyindir.
Editor: Kastolani Marzuki