Pengemudi Ojol di Kediri dan Mojokerto Tuntut Prabowo Minta Maaf
Dia menegaskan, jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi dalam waktu 24 jam dalam Pilpres 2019 mendatang massa akan memilih abstain atau mendukung pasangan capres nomor urut 01.

Aksi para pengemudi ojol itu mendapat pengawalan ketat puluhan personel Polres Kediri. Seusai menyampaikan aspirasinya di depan Monumen Simpanglima Gumul, para pengemudi ojek online itu membubarkan diri dan kembali beraktivitas seperti biasa.
Sementara di Kabupaten Mojokerto, puluhan tukang ojek pangkalan yang biasa mangkal di Terminal Bus Kertajaya berunjuk rasa di depan Kantor Bawaslu Mojokerto.
Massa menuntut capres Prabowo meminta maaf secara terbuka kepada seluruh tukang ojek di Indonesia. Sebab, pernyataan Prabowo dianggap melecehkan profesi tukang ojek yang tergabung di ojek pangkalan maupun ojek online.
Koordinator aksi, Seno Panca Pramudya mengatakan, tuntutan massa hanya ingin Prabowo Subianto meminta maaf kepada masyarakat atas ucapannya. Massa juga meminta agar Prabowo mencabut pernyataan yang dilontarkan pada saat menghadiri acara Indonesia Economic Forum (IEF).
Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto, Aris Fahrudin Asyat mengatakan, tuntutan massa aksi akan disampaikan ke Bawaslu Provinsi karena isu itu merupakan skala nasional.
Editor: Kastolani Marzuki