Pengamat Politik UB Nilai Usulan Penundaan Pemilu 2024 Sarat Kepentingan
MALANG, iNews.id - Penundaan Pemilu 2024 yang diusulkan sejumlah elite politik dinilai sarat dengan kepentingan. Beberapa kandidat bakal calon presiden (Capres) yang diusung masing-masing partai politik hingga kini elektabilitasnya masih rendah. Sehingga mengusulkan penundaan pemilu.
Pengamat politik FISIP Universitas Brawijaya (UB), Wawan Sobari menuturkan, jika dicermati isu penundaan Pemilu 2024 itu justru diembuskan oleh Muhaimin Iskandar, Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang kemudian didukung oleh Airlangga Hartarto, Ketum Partai Golkar, dan disusul dukungan oleh Partai Amanat Nasional (PAN) melalui Ketumnya, Zulkifli Hasan.
Wawan menilai ada kepentingan isu itu dimunculkan untuk mendongkrak elektabilitas Muhaimin Iskandar dan Airlangga Hartarto, yang masih berada di bawah dua persen.
"Mereka yang mendukung itu (penundaan Pemilu 2024), mau maju Pilpres Cak Imin, Airlangga Hartanto sudah jelas maju diusung oleh Golkar. PAN kekuatan nggak besar. Jadi interest-nya (kepentingannya) kelihatan banget," kata Wawan Sobari, Rabu (2/3/2022).
Wawan menerangkan, penundaan Pemilu 2024 yang diwacanakan para elite politik itu menjadi keuntungan secara popularitas kepada mereka yang masih menjabat di pemerintahan sampai 2024, tetapi secara elektabilitas dan popularitas belum terlalu terdongkrak.