Karena ketakutan setelah pembunuhan Surono, Busani meminta Bahar untuk mengantarkan dia ke rumah ibunya yang masih berada di Kecamatan Ledokombo. Busani baru pulang lagi saat pagi hari.
Beberapa hari kemudian, Busani mendapati tanah yang dijadikan untuk mengubur Surono retak. Dia menghubungi Bahar. Bahar memberi penjelasan agar ibunya membeli semen dan menaburkan di atasnya.
Namun, beberapa minggu berikutnya, kuburan itu retak lagi. Akhirnya Bahar pulang sembari membawa tukang untuk memasang keramik di atas lantai yang di bawahnya ada jasad Surono. Beberapa lama kemudian, rumah itu direnovasi. Tempat Surono dikuburkan, dibangun menjadi musala.
Hari-hari berlalu hingga tujuh bulan lamanya. Bahkan, Busani juga telah menikah siri dengan Jumarin, warga desa setempat. Kasus ini pun kemudian terbongkar lantaran Busani resah dengan sikap Jumarin. Pria itu jarang pulang ke rumah Busani gara-gara istri Jumarin pulang dari Malaysia yang menjadi TKI bertahun-tahun.
Busani takut jika Jumarin kembali lagi ke pangkuan istrinya. Apalagi, Bahar yang suka meminta uang kepada Busani mulai jarang diberi. Bahar menduga jika uang ibunya itu diberikan kepada Jumarin. Akhirnya Bahar membuat skenario jika Surono meninggal dunia dibunuh Jumarin dan mayatnya dikubur di musala rumah.