Wardoyo mengatakan, saat pembongkaran makam tersebut, polisi melihat kejanggalan di lokasi musala rumah korban. Musala terlihat lebih panjang dari umumnya dan diplester semen sehingga tampak menjorok keluar.
“Bentuk dari tempat ibadah itu agak janggal, melebihi batas tembok,” ujarnya.
Dalam pembongkaran tersebut, polisi melibatkan keluarga Surono dan penggali tanah. Di awal pembongkaran lantai musala yang masih bisa disaksikan para wartawan, petugas menemukan kain sejenis sarung.
Saat penggalian, wartawan tidak diizinkan lagi mengambil gambar. Informasi diperoleh, polisi menemukan tulang belulang diduga jasad Surono.
Sementara itu, proses pembongkaran makam dihadiri banyak warga setempat. Warga yang geger dan penasaran tampak beramai-ramai mendatangi rumah Surono untuk melihat dari dekat pembongkaran lantai musala.
Melihat kondisi itu, Tim DVI Polda Jatim memutuskan untuk memeriksa temuan dari pembongkaran musala, secara tertutup di dalam rumah Surono. Temuan itu selanjutnya dibawa ke Polda Jatim untuk dianalisis. Namun, polisi belum memberikan keterangan terkait hal ini.
Editor: Maria Christina