Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bus di Jember Hangus Terbakar Saat Melintas di Jalan Arwana
Advertisement . Scroll to see content

Penelitian Vulkanolog ITB, Interval Letusan Gunung Raung 1,2 Tahun

Minggu, 19 Juli 2020 - 22:19:00 WIB
Penelitian Vulkanolog ITB, Interval Letusan Gunung Raung 1,2 Tahun
Status Gunung Raung naik menjadi Waspada (Level II). (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id – Penelitian vulkanolog Institut Teknologi Bandung (ITB) menunjukkan interval letusan Gunung Raung di Jember, Jawa Timur paling pendek 1,2 tahun dan terpanjang 2,5 tahun. Jika pada rentang tersebut tidak ada letusan, kemungkinan erupsi yang akan terjadi di masa mendatang bisa lebih besar.

Vulkanolog yang juga pengajar di Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB Mirzam Abdurrachman mengatakan, Gunung Raung memiliki keunikan karena kaldera yang berdiameter sekitar 2 kilometer ini terbuka di bagian barat. Bagian ini menghadap ke kota-kota di sekitar gunung tersebut.

Mirzam menjelaskan, gunung di perbatasan Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember ini tercatat telah meletus delapan kali dalam jangka waktu 20 tahun terakhir yaitu pada 2000, 2002, 2004, 2005, 2007, 2012, dan 2015. Dari rentetan ini dapat dihitung rata-rata interval meletus sekitar 2,8 tahun.

“Kami sedang meneliti bentuk kristal lava Gunung Raung lalu dianalisis menggunakan Crystal Size Distribution (CSD). Hasilnya kami memperoleh residence time,” ujarnya, dikutip dari laman resmi ITB, Minggu (19/7/2020).

Residence time atau waktu tinggal merupakan salah satu pendekatan untuk melakukan prediksi guna menentukan interval letusan suatu gunung. Hasil studi Mirzam dan tim menunjukkan waktu tinggal Gunung Raung terpendek 1,2 tahun dan terpanjang 2,5 tahun.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut