Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Buntut Insiden Kapal Tenggelam, Pelayaran Kapal Wisata di Labuan Bajo Disetop Sementara!
Advertisement . Scroll to see content

Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Labuan Bajo Terkendala Cuaca Buruk

Senin, 29 Desember 2025 - 21:18:00 WIB
Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Labuan Bajo Terkendala Cuaca Buruk
Tim SAR mencari empat turis asal Spanyol yang hilang usai kapal wisata yang ditumpangi tenggelam di Labuan Bajo, NTT pada Jumat (26/12/2025). (Foto: Kantor SAR Maumere)
Advertisement . Scroll to see content

SIDOARJO, iNews.idOperasi pencarian korban kecelakaan kapal tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, terkendala cuaca buruk

Meski demikian, tim SAR gabungan memastikan akan terus melakukan pencarian korban hingga tujuh hari ke depan.

Kepala Basarnas (Kabasarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi’i mengungkapkan, tim di lapangan menghadapi tantangan berat. Saat ditemui di Base Ops Lanudal Juanda, Sidoarjo, Senin (29/12/2025) sore, ia menjelaskan bahwa cuaca yang tidak menentu menjadi kendala utama dalam menemukan keberadaan kapal dan korban.

"Hingga saat ini operasi sedang berlangsung. Kendala utamanya adalah faktor cuaca yang berubah-ubah di lokasi," ujar Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi’i.

Kabasarnas menjelaskan, posisi bangkai kapal diduga telah bergeser dari titik koordinat awal saat pertama kali dilaporkan tenggelam. Hal inilah yang menyebabkan tim penyelam maupun tim penyisir permukaan belum berhasil menemukan badan kapal.

"Kondisi titik tenggelamnya kapal yang ditemukan di awal ternyata berubah (bergeser), sehingga kapal belum bisa ditemukan sampai sekarang," katanya.

Penyebab Murni Faktor Cuaca

Terkait spekulasi penyebab kecelakaan, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi’i menegaskan bahwa berdasarkan analisis sementara, insiden tragis tersebut murni diakibatkan oleh kondisi alam. "Kecelakaan itu terjadi murni akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung di perairan Labuan Bajo saat kejadian," kata Kabasarnas.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut