Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cekcok Soal Daging Kurban, Pria di Samarinda Pukul Rekan Kerja dan Bakar Bangunan Proyek
Advertisement . Scroll to see content

Pemkot Surabaya Uji Sampel Olahan Daging Kurban Penyebab Keracunan Puluhan Warga

Minggu, 02 Juli 2023 - 15:42:00 WIB
Pemkot Surabaya Uji Sampel Olahan Daging Kurban Penyebab Keracunan Puluhan Warga
Pemkot Surabaya menguji sampel olahan daging kurban yang diduga mengakibatkan 71 warga keracunan. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menguji sampel olahandaging kurban yang diduga menyebabkan 71 warga Kalilom Lor Indah Seruni II, Tanah Kalikedinding, Kecamatan Kenjeran, keracunan. Pemkot bakal berkoordinasi dengan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.

"Kami melakukan pengecekan lagi nanti pada hasil pengujiannya," kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi di Gedung Sawunggaling, Minggu (2/7/2023).

Eri berharap hasil pengujian laboratorium bisa terbit hari ini. Sehingga pihaknya bisa mengetahui kandungan pada olahan daging kurban yang menjadi penyebab terjadinya kejadian tersebut.

"Estimasinya kudune dino iki (harusnya hari ini)," ucapnya.

Dia menyebut jajaran di tingkat kelurahan dan kecamatan langsung turun melakukan penanganan dan pendampingan usai kejadian keracunan terhadap 71 warga Kalilom Lor Indah Seruni II muncul. Mereka melakukan upaya penanganan medis di puskesmas setempat hingga membantu sejumlah korban mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Pascakejadian terjadi, Pemkot Surabaya juga menggelar sosialisasi keamanan memasak daging kepada masyarakat di sana.

"Kebersihannya dijaga dan kami membuka layanan posko laporan di puskesmas, siapa pun segera menyampaikan ke kami. Sehingga tidak ada keterlambatan dalam penanganan," ujarnya.

Diketahui, 71 warga Kalilom Lor Indah Seruni II, Tanah Kalikedinding, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, diduga mengalami keracunan seusai menyantap olahan daging kurban. Mereka harus menjalani perawatan medis.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut