Pemkab Malang Pertimbangkan Tunda Sekolah Tatap Muka gegara Kasus Covid-19 Bertambah
Wahyu menyebut alasan pengkajian ulang sekolah tatap muka dilakukan akibat kenaikan angka Covid-19. Hal ini berkaca pada kondisi okupansi bed rumah sakit Covid-19 yang mulai mengalami kenaikan pada akhir-akhir ini.
“Pertimbangannua melihat dari BOR (bed occupation rate) ICU (intensive care unit) saat ini mendekati 60 persen. Kalau ruang isolasi 40 persen, ada kenaikan," ujarnya.
Pihaknya pun meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang agar berkoordinasi dengan sejumlah rumah sakit dan bekerja supaya ruang ICU dan ruang isolasi bagi para pasien Covid-19 bisa terpenuhi.
Di sisi lain Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Malang Rahmat Hardijono menuturkan, keputusan penerapan sekolah tatap muka masih akan dikaji kembali. Hal ini disebutnya dinamis melihat kondisi angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Malang.
“Sudah kami ingatkan bahwa sekolah harus menyiapkan semuanya, termasuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di tingkat sekolah, terutama dari pendidik dan tenaga kependidikan yang sudah divaksinasi. Ini dapat melibatkan orang tua wali peserta didik serta masyarakat di sekitar sekolah sesuai kriteria zonasi PPKM berbasis mikro," katanya.
Kabupaten Malang mengalami tren kenaikan kasus Covid-19. Penambahan angka positif Covid-19 dalam lima hari terakhir ini sejak 17 Juni 2021 mencapai 75.
Sementara akumulasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Malang hingga Senin sore 21 Juni 2021 mencapai 3.520 kasus. Rinciannya 35 pasien Covid-19 aktif atau menjalani perawatan, 3.254 pasien sembuh dan 231 orang meninggal dunia.
Editor: Maria Christina