Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jelang Arus Mudik Lebaran, Puluhan Sopir di Terminal Bus Arjosari Malang Dites Kesehatan
Advertisement . Scroll to see content

PDIP Minta KPU Transparan Soal Penundaan Tes Kesehatan Balon Machfud-Mujiaman

Rabu, 09 September 2020 - 14:44:00 WIB
PDIP Minta KPU Transparan Soal Penundaan Tes Kesehatan Balon Machfud-Mujiaman
Ketua Bappilu DPC PDIP Surabaya Anas Karno.(Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Atas regulasi itu, menurut Ans, KPU Surabaya mestinya lebih terbuka demi keselamatan bersama. “Mohon maaf, jika memang ada calon yang terpapar Covid-19, bisa diumumkan saja tanpa menyebut nama. Bilang saja, salah satu calon kepala daerah di Surabaya positif Covid-19, toh Covid-19 juga bukan aib,” ujarnya.

Menurut Anas, transparansi itu diperlukan mengingat kegiatan calon kepala daerah selalu dikelilingi banyak orang. Dalam proses sosialisasi dan kampanye, ada interaksi dan kontak fisik antara kandidat dan masyarakat. Pihaknya tidak ingin masyarakat terpapar Covid-19 dari calon kepala daerah.

“Dari sisi penanganan, ini penting disampaikan. Kunci penanganan Covid-19 adalah tes, tracing, treatment, dan isolasi. Ketika dites dan positif Covid-19, maka harus ada tracing, lalu treatment dan isolasinya ditentukan. Jadi penting diumumkan terbuka untuk kebutuhan tracing, siapa saja yang berinteraksi. Itu juga butuh koordinasi dengan Satgas Covid-19 kabupaten/kota,” ujarnya.

Diketahui, balon kepala daerah Machfud Arifin-Mujiaman tidak menghadiri tes kesehatan di RSUD dr Soetomo, Selasa (8/9/2020). KPU Surabaya juga tidak memberi alasan yang jelas terkait ketidakhadiran Machfud dan Mujiaman.

Sebelumnya, KPU Jatim menyatakan, bagi calon kepala daerah yang positif Covid-19, maka pemeriksaan kesehatannya ditunda. KPU Jatim juga menyebutkan ada dua calon kepala daerah di Jatim yang positif Covid-19 berdasarkan hasil swab PCR, sehingga calon tersebut tidak mengikuti tes kesehatan lanjutan.

“Kalau positif (terpapar Covid-19), maka pemeriksaan kesehatannya ditunda, ditangguhkan terlebih dahulu sampai yang bersangkutan negatif,” ujarnya.

Editor: Ihya Ulumuddin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut