Pawang Burung Murai di Probolinggo Panen Rezeki saat Pandemi Covid
Di kandang karantina, ada delapan pasang lagi burung murai yang masih dalam proses pemulihan.
Lukman tidak hanya menerima dan merawat burung agar bisa menjadi jura, karyawan bank swasta itu juga membeli burung rusak dan stres untuk dirawat dan bila kondisinya maksimal akan dijual lagi.
Dia mengaku lebih memilih burung murai karena harga jualnya stabil. “Satu ekor murai yang kondisinya tidak sehat (stres) biasanya dijual Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per ekor. Setelah dirawat sekitar 2-3 minggu dan kondisinya membaik harganya bisa mencapai Rp5-6 juta per ekor. Kalau sudah juara harganya naik lagi,” katanya.
Lukman mengaku penjualan burung murai tidak menentu. “Tidak mesti dalam sebulan bisa laku 8 hingga 10 ekor,” ucapnya.
Dia menuturkan, di saat pandemi Covid 19 ini justru banyak burung murai yang tidak terawat dan dijual murah.
Dia mengaku belajar merawat burung secara otodidak, dan diperdalam sharing dengan komunitas pecinta burung lainya. “Yang terpenting telaten, sabar, paham dan mengerti karakter burung mental juara,” katanya.
Editor: Kastolani Marzuki