“Kejadian awalnya, titik api mulai dari bawah, kios lantai dasar, kios mebel sama rombeng. Kondisi pasar banyak yang tutup. Enggak tahu apa penyebabnya, api baru terdeteksi setelah terlihat di lantai atas,” katanya.
Para pedagang menyesalkan puluhan hidran di sekitar pasar yang tak berfungsi. Hal ini membuat petugas pemadam kebakaran kesulitan memadamkan api karena tidak ada sumber air. Kebakaran pun merembet hingga ke utara pasar.
“Sejak revitalisasi pasar tahun 1992, banyak titik-titik hidran di sini kosong, hanya instalasi alat saja. Jadi tadi dipakai sama damkar, tidak ada isinya. Akibatnya pemadaman kebakaran tertunda karena kekurangan air dan cukup makan waktu,” ujarnya.
Kapolsek Lawang Kompol Gaguk Sulistyo mengatakan, pemadam kebakaran Pemkab Malang menerjunkan tujuh unit mobil pemadam dari Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu ke Pasar Lawang untuk memadamkan api. Namun, pemadaman baru berhasil dilakukan.
“Kita berharap api bisa segera dipadamkam. Untuk penyebab kebakaran belum bisa kita ketahui karena kita belum bisa. Korban jiwa sampai saat ini tidak ada,” katanya.
Editor: Maria Christina